Tuesday, May 19, 2026
Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja
Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja
SMP N 1 Karangreja kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter melalui kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Gladian Pinru) Pramuka Penggalang yang dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026, di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut diikuti oleh 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 anggota Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka. Selain menjadi ajang pembinaan kepemimpinan dan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan 26 siswa sebagai Penggalang Inti Angkatan 43.
Monday, May 18, 2026
GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda
GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda
Suasana semangat dan keceriaan memenuhi lingkungan SMP N 1 Karangreja saat kegiatan Gladian Pimpinan Regu (DIANPINRU) Pramuka Penggalang digelar pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh sekitar 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka.
Kegiatan resmi dibuka pada Sabtu pukul 12.30 WIB di lapangan sekolah oleh Ka Mabigus, kak Budiman, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Pramuka menjadi tempat belajar yang lengkap bagi siswa. Di sini mereka belajar disiplin, kerja sama, keberanian, kepedulian, dan kepemimpinan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” ujar Budiman.
Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang menarik dan menantang. Mulai dari latihan PBB, pendirian tenda, pionering, semaphore, hingga kegiatan spiritual seperti kultum, tilawah Al-Qur’an, dan sholat tahajud berjamaah. Suasana semakin meriah saat malam api unggun dan pentas unjuk bakat yang menampilkan kreativitas para peserta.
Tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, kegiatan ini juga menghadirkan kreasi lukisan buah yang menjadi salah satu sesi favorit peserta karena memberi ruang untuk berkreasi dan bekerja sama dalam kelompok.
Pembina putri, Kak Dyah Kartiningrum, menyampaikan bahwa DIANPINRU menjadi sarana penting untuk membentuk karakter siswa sejak dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan rasa percaya diri. Kegiatan seperti tahajud dan kultum menjadi bagian penting agar karakter spiritual mereka juga tumbuh,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan pembina putra, Kak Yanuar Falih Assidiq. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan harus mulai dilatih sejak kelas VII.
“Di Pramuka, siswa belajar memimpin, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah bersama tim. Harapannya, mereka bisa menjadi generasi yang tangguh dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Pratama Putri, Cikara Novi Arum Sari, merasa bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatannya seru dan banyak pengalaman baru. Capek, tapi menyenangkan karena bisa belajar bersama teman-teman dan kakak dewan,” katanya.
Salah satu peserta, Abdul Latif Bay Rozak, juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini.
“Saya paling suka api unggun dan pendirian tenda. Awalnya sulit, tapi akhirnya bisa bekerja sama dengan regu,” ujarnya antusias.






.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)









































