DLH Purbalingga Bekali Siswa Cinta Lingkungan

Membangun Karakter Siswa dan Peduli Lingkungan melalui Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah).

Bantuan Sosial untuk keluarga terdampak tanah longsor

Bantuan Sosial untuk keluarga terdampak tanah longsor di desa Tlahab Lor telah disalurkan oleh Trikanti Sulistyaningsih,S.Pd.,M.H selaku kepala sekolah didampingi oleh Ur. Kesiswaan dan Pengurus Osi.

Karnaval HUT RI 2022 di Purbalingga

Meskipun panas, dingin menerjang namun semangat kami tetaplah menyala dan tak pernah padam🔥.

Kegiatan sholat dhuha berjamaah dan jum'at rukhani

Bukan hanya kognitif yang dikejar tetapi juga sikap, khususnya religiusitas.

Kegiatan Khotmil Qur'an

Berburu Keberkahan Dengan Al-Qur'an.

Tuesday, May 19, 2026

Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja

Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja
SMP N 1 Karangreja kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter melalui kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Gladian Pinru) Pramuka Penggalang yang dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026, di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut diikuti oleh 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 anggota Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka. Selain menjadi ajang pembinaan kepemimpinan dan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan 26 siswa sebagai Penggalang Inti Angkatan 43. 

Acara dibuka secara resmi oleh Ka Mabigus, Budiman, pada Sabtu pukul 12.30 WIB di lapangan sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. “Kegiatan Pramuka menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat efektif karena peserta belajar langsung melalui pengalaman di lapangan. Harapannya, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkapnya. 

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik kepramukaan, di antaranya Peraturan Baris Berbaris (PBB), pendirian tenda, pionering, dan semaphore. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, kemampuan komunikasi, dan kerja sama antarpeserta. Tidak hanya berfokus pada keterampilan kepramukaan, Gladian Pinru juga menghadirkan pembinaan spiritual melalui kegiatan kultum, tilawah Al-Qur’an, dan sholat tahajud berjamaah. Suasana khidmat terasa saat peserta bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan malam sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan nilai religius. 

Pembina putri, Fitria Dewi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk siswa yang aktif, disiplin, serta memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik. “Kami ingin peserta tidak hanya memiliki kemampuan kepramukaan, tetapi juga karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, dan sikap saling menghargai,” jelasnya. 

Kemeriahan kegiatan semakin terasa saat malam api unggun dan pentas unjuk bakat dilaksanakan. Masing-masing regu menampilkan kreativitas melalui yel-yel, pertunjukan seni, dan berbagai penampilan lainnya yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan kreasi lukisan buah turut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian peserta karena mampu melatih kreativitas dan kerja sama kelompok. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah prosesi pengukuhan 26 siswa sebagai Penggalang Inti Angkatan 43. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi simbol kesiapan anggota terpilih untuk menjalankan tanggung jawab lebih besar dalam kegiatan kepramukaan di sekolah. 

Pembina putra, Triwibowo, menegaskan bahwa Penggalang Inti memiliki peran strategis dalam menjaga semangat dan kualitas kegiatan Pramuka di sekolah. “Penggalang Inti diharapkan mampu menjadi teladan bagi anggota lainnya, memiliki semangat pengabdian, dan mampu membawa kegiatan Pramuka menjadi lebih baik dan lebih aktif,” ujarnya. Pratama Putri, Cikara Novi Arum Sari, mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gladian Pinru menjadi pengalaman berharga yang mampu mempererat kebersamaan antaranggota. “Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru. Kami belajar bekerja sama, belajar memimpin, dan belajar bertanggung jawab bersama teman-teman,” katanya. 

Sementara itu, salah satu peserta, Abdul Latif Bay Rozak, mengaku senang dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Yang paling berkesan bagi saya adalah saat api unggun dan mendirikan tenda bersama regu. Kegiatannya seru dan membuat kami lebih kompak,” ungkapnya. Kegiatan Gladian Pinru resmi ditutup pada Ahad pukul 11.00 WIB dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, SMP N 1 Karangreja berharap dapat terus mencetak generasi penggalang yang disiplin, mandiri, kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan karakter yang kuat. dokumentasi:

Monday, May 18, 2026

GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda

GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda
Suasana semangat dan keceriaan memenuhi lingkungan SMP N 1 Karangreja saat kegiatan Gladian Pimpinan Regu (DIANPINRU) Pramuka Penggalang digelar pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh sekitar 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka. 

Kegiatan resmi dibuka pada Sabtu pukul 12.30 WIB di lapangan sekolah oleh Ka Mabigus, kak Budiman, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. “Pramuka menjadi tempat belajar yang lengkap bagi siswa. Di sini mereka belajar disiplin, kerja sama, keberanian, kepedulian, dan kepemimpinan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” ujar Budiman. 

Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang menarik dan menantang. Mulai dari latihan PBB, pendirian tenda, pionering, semaphore, hingga kegiatan spiritual seperti kultum, tilawah Al-Qur’an, dan sholat tahajud berjamaah. Suasana semakin meriah saat malam api unggun dan pentas unjuk bakat yang menampilkan kreativitas para peserta. Tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, kegiatan ini juga menghadirkan kreasi lukisan buah yang menjadi salah satu sesi favorit peserta karena memberi ruang untuk berkreasi dan bekerja sama dalam kelompok.

Pembina putri, Kak Dyah Kartiningrum, menyampaikan bahwa DIANPINRU menjadi sarana penting untuk membentuk karakter siswa sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan rasa percaya diri. Kegiatan seperti tahajud dan kultum menjadi bagian penting agar karakter spiritual mereka juga tumbuh,” ungkapnya. Hal senada disampaikan pembina putra, Kak Yanuar Falih Assidiq. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan harus mulai dilatih sejak kelas VII. “Di Pramuka, siswa belajar memimpin, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah bersama tim. Harapannya, mereka bisa menjadi generasi yang tangguh dan bertanggung jawab,” jelasnya. 

Sementara itu, Pratama Putri, Cikara Novi Arum Sari, merasa bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kegiatannya seru dan banyak pengalaman baru. Capek, tapi menyenangkan karena bisa belajar bersama teman-teman dan kakak dewan,” katanya. Salah satu peserta, Abdul Latif Bay Rozak, juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya paling suka api unggun dan pendirian tenda. Awalnya sulit, tapi akhirnya bisa bekerja sama dengan regu,” ujarnya antusias. 

Kegiatan DIANPINRU ditutup pada Ahad pukul 11.00 WIB dengan penuh semangat dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, SMP N 1 Karangreja berharap mampu mencetak generasi penggalang yang disiplin, kreatif, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. dokumentasi: