Di Balik Juara Umum SMP N 1 Karangreja, Ada Dukungan Seluruh Warga Sekolah
PURBALINGGA – Dua gelar Juara Umum yang diraih SMP N 1 Karangreja dalam Jambore Ranting Karangreja 2026 tidak lahir dalam waktu singkat.
Di balik prestasi tersebut terdapat latihan, pendampingan pembina, perjuangan peserta, serta dukungan dari seluruh keluarga besar sekolah.
Kepala Sekolah sekaligus Ketua Mabigus Tri Antini, S.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kontingen. “Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Anak-anak yang berjuang di lapangan tentu menjadi bagian utama, tetapi di belakang mereka ada pembina, guru, karyawan, dan seluruh warga sekolah yang memberikan dukungan. Karena itu, keberhasilan ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.
Jambore Ranting Karangreja 2026 berlangsung pada 17–19 September 2026 di Lapangan Sarapada, Desa Tlahab Kidul. SMP N 1 Karangreja mengikuti kegiatan tersebut dengan mengirimkan regu putra dan putri. Persiapan dilakukan melalui latihan berbagai keterampilan sesuai dengan cabang yang diperlombakan.
Pioneering membutuhkan kemampuan teknis dan ketelitian. LKBB menuntut disiplin. Hasta karya mengembangkan kreativitas. Adventure membutuhkan ketahanan dan kerja sama, sedangkan K3 membutuhkan tanggung jawab menjaga lingkungan. Pembina Putra Yanuar Falih Assidiq, S.Pd., mengatakan bahwa latihan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh piala. “Yang kami bangun sebenarnya adalah kebiasaan. Anak-anak dibiasakan bekerja dengan prosedur, menghargai waktu, menjaga perlengkapan, dan menyelesaikan tugas bersama-sama,” ujarnya.
Pembina Putri Dyah Kartiningrum, S.Pd., juga menekankan pentingnya kepercayaan diri peserta. “Ketika anak diberi kesempatan untuk tampil dan bertanggung jawab, mereka akan belajar mengenali kemampuan dirinya sendiri. Itu yang menjadi pengalaman penting selama kegiatan,” katanya.
Dukungan sekolah hadir dalam berbagai bentuk. Kepala sekolah memberikan motivasi, guru turut menyemangati peserta, sementara tenaga kependidikan membantu berbagai kebutuhan pendukung kegiatan. Seluruh warga sekolah juga memberikan dukungan moral kepada kontingen yang membawa nama SMP N 1 Karangreja di arena Jambore.
Ketua Gudep Putra Triwibowo, S.Pd., menyebut dukungan tersebut sebagai bagian dari keberhasilan kontingen. “Juara umum ini merupakan hasil kerja banyak pihak. Ada anak-anak yang berlatih, pembina yang mendampingi, orang tua yang mendukung, dan sekolah yang memberikan ruang bagi kegiatan Pramuka berkembang,” katanya. Hasil akhirnya terlihat dari deretan prestasi yang diraih. Regu putra dan putri sama-sama menjadi juara pertama pada lima cabang, ditambah juara ketiga pentas seni. Capaian tersebut kemudian membawa SMP N 1 Karangreja menjadi Juara Umum putra dan putri. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan Pramuka di sekolah.
dokumentasi:
Kepala Sekolah sekaligus Ketua Mabigus Tri Antini, S.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kontingen. “Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Anak-anak yang berjuang di lapangan tentu menjadi bagian utama, tetapi di belakang mereka ada pembina, guru, karyawan, dan seluruh warga sekolah yang memberikan dukungan. Karena itu, keberhasilan ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.
Jambore Ranting Karangreja 2026 berlangsung pada 17–19 September 2026 di Lapangan Sarapada, Desa Tlahab Kidul. SMP N 1 Karangreja mengikuti kegiatan tersebut dengan mengirimkan regu putra dan putri. Persiapan dilakukan melalui latihan berbagai keterampilan sesuai dengan cabang yang diperlombakan.
Pioneering membutuhkan kemampuan teknis dan ketelitian. LKBB menuntut disiplin. Hasta karya mengembangkan kreativitas. Adventure membutuhkan ketahanan dan kerja sama, sedangkan K3 membutuhkan tanggung jawab menjaga lingkungan. Pembina Putra Yanuar Falih Assidiq, S.Pd., mengatakan bahwa latihan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh piala. “Yang kami bangun sebenarnya adalah kebiasaan. Anak-anak dibiasakan bekerja dengan prosedur, menghargai waktu, menjaga perlengkapan, dan menyelesaikan tugas bersama-sama,” ujarnya.
Pembina Putri Dyah Kartiningrum, S.Pd., juga menekankan pentingnya kepercayaan diri peserta. “Ketika anak diberi kesempatan untuk tampil dan bertanggung jawab, mereka akan belajar mengenali kemampuan dirinya sendiri. Itu yang menjadi pengalaman penting selama kegiatan,” katanya.
Dukungan sekolah hadir dalam berbagai bentuk. Kepala sekolah memberikan motivasi, guru turut menyemangati peserta, sementara tenaga kependidikan membantu berbagai kebutuhan pendukung kegiatan. Seluruh warga sekolah juga memberikan dukungan moral kepada kontingen yang membawa nama SMP N 1 Karangreja di arena Jambore.
Ketua Gudep Putra Triwibowo, S.Pd., menyebut dukungan tersebut sebagai bagian dari keberhasilan kontingen. “Juara umum ini merupakan hasil kerja banyak pihak. Ada anak-anak yang berlatih, pembina yang mendampingi, orang tua yang mendukung, dan sekolah yang memberikan ruang bagi kegiatan Pramuka berkembang,” katanya. Hasil akhirnya terlihat dari deretan prestasi yang diraih. Regu putra dan putri sama-sama menjadi juara pertama pada lima cabang, ditambah juara ketiga pentas seni. Capaian tersebut kemudian membawa SMP N 1 Karangreja menjadi Juara Umum putra dan putri. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan Pramuka di sekolah.
dokumentasi:


































































