DLH Purbalingga Bekali Siswa Cinta Lingkungan

Membangun Karakter Siswa dan Peduli Lingkungan melalui Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah).

Bantuan Sosial untuk keluarga terdampak tanah longsor

Bantuan Sosial untuk keluarga terdampak tanah longsor di desa Tlahab Lor telah disalurkan oleh Trikanti Sulistyaningsih,S.Pd.,M.H selaku kepala sekolah didampingi oleh Ur. Kesiswaan dan Pengurus Osi.

Karnaval HUT RI 2022 di Purbalingga

Meskipun panas, dingin menerjang namun semangat kami tetaplah menyala dan tak pernah padam🔥.

Kegiatan sholat dhuha berjamaah dan jum'at rukhani

Bukan hanya kognitif yang dikejar tetapi juga sikap, khususnya religiusitas.

Kegiatan Khotmil Qur'an

Berburu Keberkahan Dengan Al-Qur'an.

Wednesday, June 17, 2026

Guru Teladan SMP Negeri 1 Karangreja, Francisca Suyatiyani, S.Pd., Purnatugas Setelah 37 Tahun 5 Bulan Mengabdi

Guru Teladan SMP Negeri 1 Karangreja, Francisca Suyatiyani, S.Pd., Purnatugas Setelah 37 Tahun 5 Bulan Mengabdi
Karangreja, 18 Juni 2026 – Tepuk tangan panjang menggema di aula SMP Negeri 1 Karangreja. Wajah-wajah haru tampak menghiasi ruangan ketika keluarga besar sekolah memberikan penghormatan terakhir kepada Francisca Suyatiyani, S.Pd., guru senior yang resmi memasuki masa purnatugas setelah 37 tahun 5 bulan mengabdikan diri sebagai pendidik.

Bagi sebagian orang, masa pensiun mungkin menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Namun bagi seorang guru, pengabdian sejatinya tidak pernah benar-benar usai. Ilmu yang telah ditanamkan akan terus hidup dalam setiap langkah para murid yang pernah dibimbingnya.

Guru yang akrab disapa Ibu Sisca ini lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak memulai karier sebagai pendidik pada tahun 1989, beliau mengabdikan tenaga, pikiran, dan hatinya di SMP Negeri 1 Karangreja. Selama lebih dari tiga dekade, beliau menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah sekaligus saksi perubahan dunia pendidikan dari masa ke masa.

Perjalanan panjang tersebut tidaklah singkat. Berbagai dinamika telah beliau lalui, mulai dari pergantian kurikulum, berkembangnya metode pembelajaran, hadirnya teknologi digital di ruang kelas, hingga bergantinya generasi peserta didik dengan karakter yang semakin beragam. Namun di tengah berbagai perubahan itu, satu hal yang tidak pernah berubah adalah semangat beliau untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi setiap siswa.

Di lingkungan sekolah, Ibu Sisca dikenal sebagai sosok guru yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen kuat terhadap dunia pendidikan. Ketegasannya dalam menegakkan kedisiplinan selalu dibalut dengan kelembutan dan kasih sayang, sehingga menjadikan beliau sosok yang disegani sekaligus dicintai oleh para siswa.

Bagi rekan-rekan guru, beliau merupakan pribadi yang rendah hati, penuh tanggung jawab, serta selalu siap berbagi pengalaman. Sementara bagi para peserta didik, Ibu Sisca bukan hanya seorang pengajar di dalam kelas, melainkan juga pembimbing yang senantiasa memberikan motivasi agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan berprestasi.

Tidak sedikit alumni yang masih mengingat nasihat-nasihat beliau hingga kini. Keteladanan, kesabaran, serta perhatian yang diberikan selama proses pembelajaran menjadi kenangan berharga yang tetap membekas meskipun mereka telah lama meninggalkan bangku sekolah.

Selama 37 tahun 5 bulan mengabdi, ribuan peserta didik telah merasakan sentuhan pendidikan dari beliau. Kontribusinya tidak hanya tercermin dari proses belajar mengajar, tetapi juga dari terbentuknya budaya sekolah yang menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.


Pada acara purnatugas yang berlangsung penuh kehangatan, Kepala SMP Negeri 1 Karangreja bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta para siswa menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan. Pengabdian panjang beliau menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan SMP Negeri 1 Karangreja dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Dalam sambutannya, Ibu Sisca mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan untuk menjalani profesi yang begitu dicintainya. > *"Menjadi guru adalah panggilan hati. Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak Karangreja. Setiap siswa memiliki cerita dan harapan. Semoga ilmu yang telah saya berikan menjadi bekal bagi mereka untuk meraih cita-cita dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,"* tuturnya dengan penuh haru.


Suasana semakin mengharukan ketika rekan-rekan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa secara bergantian memberikan ucapan terima kasih, doa, dan kenang-kenangan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau. Tak sedikit yang menitikkan air mata sebagai ungkapan rasa kehilangan terhadap sosok guru yang selama ini telah menjadi teladan.

Meskipun kini telah memasuki masa purnatugas, semangat pengabdian Ibu Sisca diyakini akan terus hidup di hati seluruh warga sekolah. Nilai-nilai keteladanan, integritas, kedisiplinan, dan ketulusan yang selama ini beliau tunjukkan akan menjadi warisan berharga bagi generasi pendidik berikutnya.


Jejak pengabdian seorang guru tidak diukur dari lamanya ia berdiri di depan kelas, melainkan dari banyaknya kehidupan yang berhasil ia sentuh. Dan selama lebih dari tiga puluh tujuh tahun, Ibu Francisca Suyatiyani telah menorehkan jejak itu dengan penuh cinta dan ketulusan.

Seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Karangreja mengucapkan selamat memasuki masa purnatugas kepada **Ibu Francisca Suyatiyani, S.Pd.** Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan yang telah diberikan selama **37 tahun 5 bulan**. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan beliau bersama keluarga.

**"Guru boleh purnatugas, tetapi pengabdiannya akan selalu hidup dalam setiap generasi yang pernah disentuh ilmunya."**(Arum)

Tuesday, June 16, 2026

Nailul Fauza: Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga

Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga Oleh: Nailul Fauza
Perkenalkan, nama saya Nailul Fauza. Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 27 Oktober 2011. Pada tanggal 20 April 2026, saya bersama tiga teman dari SMP Negeri 1 Karangreja mendapat kepercayaan dari pembina Pramuka untuk mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII (Jamnas XII) tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga.

Kegiatan seleksi dilaksanakan pada tanggal 25–26 April 2026 di Area Sanggar Bakti Kwarcab Purbalingga dengan sistem perkemahan atau menginap. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, pengetahuan kepramukaan, pemeriksaan kesehatan, wawancara, unjuk bakat, tes fisik, hingga praktik keterampilan kepramukaan.
Bagi saya, kegiatan Seleksi Jamnas XII di Kwarcab Purbalingga merupakan pengalaman yang sangat seru dan menyenangkan. Selain mengikuti berbagai tahapan seleksi, saya juga memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan baru. Saya belajar berbagai teknik tali-temali, seperti simpul nelayan dan simpul anyam, serta keterampilan kepramukaan lainnya yang sangat bermanfaat. Pengalaman tersebut menambah wawasan dan kemampuan saya dalam kegiatan Pramuka.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai pangkalan lain. Saya dapat berkenalan dan bertukar pengalaman dengan teman-teman dari SMP Negeri 1 Karanganyar, SMP Negeri 1 Bobotsari, MTs Karangjambu, serta pangkalan-pangkalan lainnya di Kabupaten Purbalingga. Kehadiran teman-teman baru membuat suasana seleksi menjadi semakin menyenangkan dan berkesan.

Salah satu kegiatan yang paling saya sukai adalah tes fisik. Dalam tes tersebut, peserta harus mengikuti lari selama 12 menit, push-up selama 1 menit, dan sit-up selama 1 menit. Meskipun cukup menguras tenaga, saya merasa tertantang dan bersemangat untuk memberikan kemampuan terbaik. Pada hari terakhir, saat apel penutupan akan dilaksanakan, cuaca tiba-tiba berubah. Hujan deras yang disertai angin membuat rangkaian apel harus dipersingkat dan langsung memasuki amanat penutupan. Setelah kegiatan resmi berakhir, para peserta tidak langsung pulang karena harus menunggu hujan reda dan menunggu jemputan masing-masing.

Momen yang paling mengharukan adalah saat perpisahan. Saya dan teman-teman saling berpamitan dengan peserta lain dari berbagai pangkalan. Meskipun hanya bersama dalam waktu yang singkat, kami telah menjalin kebersamaan dan persahabatan yang sangat berkesan.

Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga memberikan banyak pengalaman berharga bagi saya. Selain menambah keterampilan dan pengetahuan kepramukaan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya disiplin, kerja sama, keberanian, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa depan. (Nailul Fauza)

Cikara Novi Arumsari: Seleksi Jambore Nasional XII Kwarcab Purbalingga Pengalaman Berharga yang Tak Terlupakan

Seleksi Jambore Nasional XII Kwarcab Purbalingga: Pengalaman Berharga yang Tak Terlupakan Oleh: Cikara Novi Arumsari
Perkenalkan, nama saya Cikara Novi Arumsari. Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 13 November 2011. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman saat mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII Tahun 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga.

Pada bulan April 2026, saya bersama tiga teman dari SMP Negeri 1 Karangreja mendapat kepercayaan dari pembina Pramuka untuk mengikuti seleksi Jambore Nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sanggar Bakti Kwarcab Purbalingga pada tanggal 25–26 April 2026 dengan sistem perkemahan atau menginap.
Kegiatan diawali dengan kedatangan peserta dan proses registrasi. Setelah seluruh administrasi selesai, kami mengikuti tes pengetahuan kepramukaan berbasis digital menggunakan aplikasi Wayground (Quizizz) yang berisi 50 soal. Tes ini menjadi tantangan pertama yang menguji wawasan dan pemahaman peserta tentang dunia kepramukaan.

Setelah itu, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menjelang waktu salat, peserta melaksanakan ibadah secara bergantian karena kapasitas musala yang terbatas.

Memasuki malam hari, suasana seleksi semakin menarik. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menampilkan bakat terbaik yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pada saat yang bersamaan, panitia juga melaksanakan sesi wawancara secara bergantian sehingga waktu dapat dimanfaatkan secara lebih efektif. Melalui wawancara tersebut, peserta diuji kemampuan komunikasi, wawasan, serta kepercayaan dirinya.

Menjelang tengah malam, suasana kembali cair dan penuh keceriaan melalui berbagai permainan yang dipandu oleh Kak Dimas. Kegiatan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan antar peserta yang berasal dari berbagai pangkalan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan hari pertama selesai, kami beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi hari berikutnya.

Hari kedua dimulai pada tanggal 26 April 2026. Peserta bangun pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan MCK dan bersiap mengikuti salat Subuh berjamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi sebagai pemanasan agar tubuh tetap bugar. Selanjutnya, kami menikmati sarapan yang telah disediakan oleh panitia dan bersama-sama membersihkan area Sanggar Bakti Kwarcab Purbalingga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian seleksi hari kedua diawali dengan tes fisik yang meliputi lari selama 12 menit, push-up, dan sit-up. Selain menguji kebugaran jasmani, peserta juga mengikuti seleksi halang rintang yang menuntut keseimbangan, ketangkasan, dan keberanian melalui berbagai tantangan seperti melompat, merayap, dan menjaga keseimbangan.

Tahap berikutnya adalah seleksi keterampilan dan kecerdasan kepramukaan. Pada sesi ini, peserta diminta menerjemahkan pesan menggunakan semaphore, sandi Morse, sandi angka, serta berbagai jenis sandi lainnya. Selain itu, kami juga mengikuti praktik kepramukaan seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bertongkat dan keterampilan tali-temali, di antaranya membuat simpul mati, simpul nelayan, dan berbagai jenis simpul lainnya.

Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat pantang menyerah. Saya juga memperoleh banyak teman baru dan pengalaman yang akan selalu saya kenang.

Melalui kegiatan ini, saya semakin memahami bahwa Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar menjadi pribadi yang kuat, tangguh, mandiri, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia. (Cikara Novi Arumsari)

Muhammad Raka Aprilio: Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga

Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga Oleh: Muhammad Raka Aprilio
Perkenalkan, nama saya Muhammad Raka Aprilio, biasa dipanggil Raka. Saya lahir di Purbalingga pada tanggal 12 April 2012. Pada tanggal 20 April 2026, saya mendapat kepercayaan dari kakak pembina Pramuka SMP Negeri 1 Karangreja untuk mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga. Saya merasa sangat senang dan bangga karena diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan bergengsi tersebut.

Menurut saya, seleksi Jambore Nasional merupakan kegiatan yang sangat menarik dan memberikan banyak pengalaman berharga. Selain dapat mengasah kemampuan kepramukaan, saya juga berkesempatan untuk bertemu serta berkenalan dengan banyak teman baru dari berbagai pangkalan di Kabupaten Purbalingga. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama mengikuti seleksi.
Dalam kegiatan ini, peserta harus melalui berbagai tahapan seleksi. Tahap pertama adalah pemeriksaan dan pengumpulan administrasi. Selanjutnya, peserta mengikuti tes pengetahuan umum yang mencakup materi kepramukaan serta wawasan tentang hukum dan kebangsaan di Indonesia. Selain itu, terdapat pula tes wawancara yang bertujuan untuk mengukur wawasan, sikap, dan kepercayaan diri peserta.

Peserta juga mengikuti seleksi minat dan bakat untuk menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Tidak hanya itu, kemampuan dasar kepramukaan turut diuji melalui tes sandi dan morse. Berbagai rangkaian seleksi tersebut menuntut peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan.
Selain tes pengetahuan dan keterampilan, peserta juga menjalani tes fisik yang meliputi lari selama 12 menit, push-up selama 1 menit, dan sit-up selama 1 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kebugaran dan daya tahan fisik peserta. Selanjutnya, peserta mengikuti tes keterampilan kepramukaan seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bertongkat, ketegasan dalam menyiapkan pasukan, serta praktik tali-temali.

Bagi saya, mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga merupakan pengalaman yang sangat berharga. Dari kegiatan ini, saya belajar banyak hal, seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, serta keberanian untuk tampil percaya diri di hadapan orang lain. Saya juga memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang akan menjadi bekal untuk masa depan.
Meskipun selama seleksi terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, saya tetap bersyukur karena dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Apa pun hasil yang diperoleh, saya merasa bangga karena telah berusaha memberikan kemampuan terbaik. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan kepramukaan, serta mengharumkan nama sekolah dan Kwarcab Purbalingga di berbagai kesempatan. (Muhammad Raka Aprilio)

Indah Muslimah: Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga

Cerita Mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII di Kwarcab Purbalingga Oleh: Indah Muslimah
Perkenalkan, nama saya Indah Muslimah. Saya lahir di Purbalingga pada 25 Januari 2012 dan saat ini berusia 14 tahun. Saya tinggal di Gondang RT 08 RW 01.

Pada tanggal 20 April 2026, saya bersama tiga teman dari SMP Negeri 1 Karangreja, yaitu Cikara Novi Arumsari, Nailul Fauza, dan Muhammad Raka Aprilio, dipilih oleh kakak pembina Pramuka untuk mengikuti Seleksi Jambore Nasional XII yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga. Kegiatan seleksi berlangsung pada 25–26 April 2026 di Area Sanggar Bakti Kwarcab Purbalingga dengan sistem perkemahan atau menginap.

Hari pertama diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, peserta menerima nomor seleksi, dan saya mendapatkan nomor peserta 23. Kegiatan berikutnya adalah tes pengetahuan kepramukaan yang terdiri atas 50 soal dengan waktu pengerjaan 30 menit. Suasana saat itu cukup menegangkan, tetapi kami berusaha mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya.

Setelah tes pengetahuan, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik. Menjelang sore, kami melaksanakan salat Asar berjamaah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib, makan malam bersama, dan salat Isya.

Malam hari menjadi salah satu momen yang paling berkesan sekaligus menegangkan. Kami mengikuti seleksi penampilan bakat, di mana setiap peserta diberi kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pada kesempatan tersebut, saya menampilkan pembacaan puisi bertema kepramukaan. Setelah itu, kami mengikuti seleksi wawancara yang bertujuan mengukur kepercayaan diri, wawasan, serta sikap peserta sebagai anggota Pramuka.
Di sela-sela kegiatan, panitia juga mengajak peserta mengikuti berbagai permainan yang seru dan menyenangkan untuk melatih kekompakan serta kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kami melakukan MCK dan beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi hari berikutnya.

Keesokan harinya, kami bangun sekitar pukul 04.00 WIB dan melaksanakan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, kami mengikuti senam pagi agar tubuh tetap bugar. Kegiatan dilanjutkan dengan MCK, bersih-bersih lingkungan, dan sarapan bersama.

Memasuki hari kedua, peserta menjalani berbagai tes fisik, seperti lari, push-up, dan sit-up. Meskipun cukup melelahkan, kami tetap berusaha memberikan kemampuan terbaik. Selanjutnya, kami mengikuti seleksi halang rintang yang menguji ketangkasan, kekuatan, dan keberanian.

Tahap terakhir adalah praktik keterampilan kepramukaan, meliputi semaphore, morse, sandi, PBB bertongkat, serta tali-temali. Pada tahap ini, kemampuan dasar kepramukaan yang telah kami pelajari selama ini benar-benar diuji.

Mengikuti seleksi Jambore Nasional XII memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain menambah ilmu dan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian. Saya merasa bangga karena dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan berusaha memberikan yang terbaik. Selain itu, saya juga senang karena dapat berkenalan dan menjalin persahabatan dengan banyak teman baru dari berbagai pangkalan di Kabupaten Purbalingga.
Pengalaman ini akan selalu menjadi kenangan yang berharga dan menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, serta aktif dalam kegiatan kepramukaan. (Indah Muslimah)

Tuesday, May 19, 2026

Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja

Sebanyak 26 Penggalang Resmi Dikukuhkan Sebagai Penggalang Inti Angkatan 43 Pramuka SMP N 1 Karangreja
SMP N 1 Karangreja kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter melalui kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Gladian Pinru) Pramuka Penggalang yang dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026, di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut diikuti oleh 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 anggota Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka. Selain menjadi ajang pembinaan kepemimpinan dan keterampilan kepramukaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan 26 siswa sebagai Penggalang Inti Angkatan 43. 

Acara dibuka secara resmi oleh Ka Mabigus, Budiman, pada Sabtu pukul 12.30 WIB di lapangan sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. “Kegiatan Pramuka menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat efektif karena peserta belajar langsung melalui pengalaman di lapangan. Harapannya, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkapnya. 

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik kepramukaan, di antaranya Peraturan Baris Berbaris (PBB), pendirian tenda, pionering, dan semaphore. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, kemampuan komunikasi, dan kerja sama antarpeserta. Tidak hanya berfokus pada keterampilan kepramukaan, Gladian Pinru juga menghadirkan pembinaan spiritual melalui kegiatan kultum, tilawah Al-Qur’an, dan sholat tahajud berjamaah. Suasana khidmat terasa saat peserta bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan malam sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan nilai religius. 

Pembina putri, Fitria Dewi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk siswa yang aktif, disiplin, serta memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik. “Kami ingin peserta tidak hanya memiliki kemampuan kepramukaan, tetapi juga karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, dan sikap saling menghargai,” jelasnya. 

Kemeriahan kegiatan semakin terasa saat malam api unggun dan pentas unjuk bakat dilaksanakan. Masing-masing regu menampilkan kreativitas melalui yel-yel, pertunjukan seni, dan berbagai penampilan lainnya yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan kreasi lukisan buah turut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian peserta karena mampu melatih kreativitas dan kerja sama kelompok. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah prosesi pengukuhan 26 siswa sebagai Penggalang Inti Angkatan 43. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi simbol kesiapan anggota terpilih untuk menjalankan tanggung jawab lebih besar dalam kegiatan kepramukaan di sekolah. 

Pembina putra, Triwibowo, menegaskan bahwa Penggalang Inti memiliki peran strategis dalam menjaga semangat dan kualitas kegiatan Pramuka di sekolah. “Penggalang Inti diharapkan mampu menjadi teladan bagi anggota lainnya, memiliki semangat pengabdian, dan mampu membawa kegiatan Pramuka menjadi lebih baik dan lebih aktif,” ujarnya. Pratama Putri, Cikara Novi Arum Sari, mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gladian Pinru menjadi pengalaman berharga yang mampu mempererat kebersamaan antaranggota. “Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru. Kami belajar bekerja sama, belajar memimpin, dan belajar bertanggung jawab bersama teman-teman,” katanya. 

Sementara itu, salah satu peserta, Abdul Latif Bay Rozak, mengaku senang dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Yang paling berkesan bagi saya adalah saat api unggun dan mendirikan tenda bersama regu. Kegiatannya seru dan membuat kami lebih kompak,” ungkapnya. Kegiatan Gladian Pinru resmi ditutup pada Ahad pukul 11.00 WIB dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, SMP N 1 Karangreja berharap dapat terus mencetak generasi penggalang yang disiplin, mandiri, kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan karakter yang kuat. dokumentasi:

Monday, May 18, 2026

GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda

GLADIAN PINRU SMP N 1 KARANGREJA: Tempa Jiwa Pemimpin dan Karakter Penggalang Muda
Suasana semangat dan keceriaan memenuhi lingkungan SMP N 1 Karangreja saat kegiatan Gladian Pimpinan Regu (DIANPINRU) Pramuka Penggalang digelar pada Sabtu–Ahad, 9–10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh sekitar 180 siswa kelas VII dengan pendampingan 26 Dewan Penggalang Angkatan 42 bersama tim pembina Pramuka. 

Kegiatan resmi dibuka pada Sabtu pukul 12.30 WIB di lapangan sekolah oleh Ka Mabigus, kak Budiman, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. “Pramuka menjadi tempat belajar yang lengkap bagi siswa. Di sini mereka belajar disiplin, kerja sama, keberanian, kepedulian, dan kepemimpinan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” ujar Budiman. 

Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang menarik dan menantang. Mulai dari latihan PBB, pendirian tenda, pionering, semaphore, hingga kegiatan spiritual seperti kultum, tilawah Al-Qur’an, dan sholat tahajud berjamaah. Suasana semakin meriah saat malam api unggun dan pentas unjuk bakat yang menampilkan kreativitas para peserta. Tidak hanya melatih ketangkasan dan kekompakan, kegiatan ini juga menghadirkan kreasi lukisan buah yang menjadi salah satu sesi favorit peserta karena memberi ruang untuk berkreasi dan bekerja sama dalam kelompok.

Pembina putri, Kak Dyah Kartiningrum, menyampaikan bahwa DIANPINRU menjadi sarana penting untuk membentuk karakter siswa sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan rasa percaya diri. Kegiatan seperti tahajud dan kultum menjadi bagian penting agar karakter spiritual mereka juga tumbuh,” ungkapnya. Hal senada disampaikan pembina putra, Kak Yanuar Falih Assidiq. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan harus mulai dilatih sejak kelas VII. “Di Pramuka, siswa belajar memimpin, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah bersama tim. Harapannya, mereka bisa menjadi generasi yang tangguh dan bertanggung jawab,” jelasnya. 

Sementara itu, Pratama Putri, Cikara Novi Arum Sari, merasa bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kegiatannya seru dan banyak pengalaman baru. Capek, tapi menyenangkan karena bisa belajar bersama teman-teman dan kakak dewan,” katanya. Salah satu peserta, Abdul Latif Bay Rozak, juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya paling suka api unggun dan pendirian tenda. Awalnya sulit, tapi akhirnya bisa bekerja sama dengan regu,” ujarnya antusias. 

Kegiatan DIANPINRU ditutup pada Ahad pukul 11.00 WIB dengan penuh semangat dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, SMP N 1 Karangreja berharap mampu mencetak generasi penggalang yang disiplin, kreatif, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. dokumentasi: